STUDY LAPANGAN SMAN 4 BUKITTINGGI BUDIDAYA MAGOT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK
Pada hari Jum’at, 25 Maret 2022 rombongan Karya Ilmiayan Remaja (KIR) SMAN 4 Bukittinggi yang juga tergabung dalam kader adiwiyata melakukan kegiatan study lapangan Ke Bukit Apit Untuk melihat Budidaya Magot yang Dikembang Oleh Bapak Gazali. Study lapangan ini bertujuan untuk menambah wawasan kami dalam pengolahan sampah limbah organik yang ada disekolah juga sampah limbah organik yang ada dirumah.

Dalam Penjelasannya Beliau mengatakan ide dari budidaya magot, berawal dari latar belakang itulah beliau yang bekerja sebagai petugas KLH kota bukittinggi, dimana pada saat bertugas beliau melihat banyaknya ulat magot dari limbah rumah tangga yang telah membusuk dari sampah yang beberapa hari tidak diambil oleh petugas. Melihat prospek yang bagus dari magot, dan melihat teman yang ada terlebih dahulu sudah melakukan budidaya, disinilah mulai berinisiatif memulai membudidayakan magot.
Dalam studi lapangan ini kami dijelaskan dari dimulai mendapatkan larva magot BSF (Black Soldier Fly), yang didapat dari cacahan sampah organik yang telah diberikan cairan EM4, larva itu berkembang tahap pre pupa dan pupa, pada saat pupa dan mulai ditempat kan didalam jaring karena akan menetas menjadi lalat dewasa BSF (Black Soldier Fly), dan telur dari lalat Black Soldier Fly, tahap bagaimana mempersiapkan wadah untuk memindahkan telur untuk berkembang menjadi larva, pre pupa dan pupa.
Banyak sekali manfaat dari budidaya magot, pertama dari mengurangi sampah organik yang banyak dihasilkan rumah tangga, larva magot digunakan sebagai pakan ternak yang kaya tinggi protein. dalam budidaya ini semua dari limbah magot bisa dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan cuan, lalat dewasa yang mati dari hasilkan penilitian bisa dibuat menjadi minyak yang digunakan untuk kosmetik, limbah bekas kepompong dari pupa masih mengandung protein bisa dijadikan tempung untuk dijadikan pelat yang bisa kembali dijadikan makanan ternak. tapi beliau masih terkendala belum tersedianya mesin untuk membuat menjadi pelat. Sedangakan sisa makan dari larva merupakan pupuk organiak yang sangat bagus bagi tanaman.

Kami berharap Studi lapangan ini nantinya bisa menjadi salah satu solusi pilihan dalam penanganan sampah organik yang ada disekolah maupun rumah tangga, yang akan membuat lingkungan bersih cuan pun berlimpah, aamiin.
Terima kasih.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMAN 4 Bukittinggi Sukses Gelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) Online: Asesmen Sukarela untuk Meraih Masa Depan
Bukittinggi, 6 November 2025 - SMAN 4 Bukittinggi telah merampungkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara daring. Asesmen ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pend
Cek Kesehatan Menyeluruh di SMAN 4 Bukittinggi: Puskesmas Plus Mandiangin Layani Ratusan Guru dan Siswa
Bukittinggi, 10 Oktober 2025 — Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan pendidikan, UPTD Puskesmas Plus Mandiangin telah sukses menyelenggarakan kegiatan pemeriks
Mengharumkan Nama Negara Dan Daerah, Siswa SMAN 4 Bukittinggi Siap Berlaga di Japanese Speakers' Forum 2025 di Bangkok.
The Japan Foundation bekerja sama dengan Kamenori Foundation kembali menyelenggarakan program tahunan bergengsi, Japanese Speakers' Forum (JSF) 2025, di Bangkok, Thailand, pada tanggal
SMAN 4 Bukittinggi Luncurkan Uji Coba Program
Bukittinggi, 21 Juli 2025 – SMA Negeri 4 Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam pembentukan karakter religius siswa melalui peluncuran uji coba program inovatif bernama
